13 Januari 2015

Presiden Pertama Singapura Adalah Orang Indonesia

Presiden Pertama Singapura Adalah Orang Indonesia

Assalamualaikum wr wb,
apa kabar sahabat blogger, semoga kalian semua senantiasa sehat dan selalu dalam lindungan allah, amin yarobbal alamiin, pada kesempatan kali ini gua akan membagi fakta-fakta sejarah yang mungkin ada dari sebagian sobat belum mengetahuinya.

okee langsung simakkkkk gannn. haha

Jika Presiden Indonesia berasal dari Indonesia, itu merupakan hal yang wajar dan lumrah tentunya. Namun, jika orang Indonesia menjadi Presiden di negri lain, itu ialah hal yang luar biasa. Tapi, ini memang benar, dari FAKTA yang ada.

Yusuf bin Ishak adalah pria yang lahir pada 12 Agustus 1910 di Padang Gajah, Trong, sekitar 18 km dari Taiping, Perak. Beliau merupakan anak sulung dari sembilan bersaudara. Yusuf bin Ishak menjadi presiden pertama Singapura sekaligus presiden satu-satunya hingga kini yang berasal dari keturunan Melayu. Ayah beliau adalah orang Minangkabau sedangkan ibunya dari Langkat Sumatra Utara. Ayahnya yang bernama Ishak Bin Akhmad, beliau adalah Direktur Bertindak Perikanan, Straits Settlements dan Negara Federasi Melayu.

Yusof menerima pendidikan awal di sekolah Melayu di Kuala Kurau, Perak. Ia kemudian dipindahkan ke Sekolah Melayu di Taiping Pada tahun 1921, ia memulai Studi Bahasa Inggris nya di King Edward VII Sekolah, Taiping. Ketika ayah nya telah pindah ke Singapura pada tahun 1923, Yusof didampingi orang tuanya dan belajar di bekas Sekolah Jembatan Victoria sampai dengan Desember 1923.

Pada 3 Desember 1959, Yusof dilantik sebagai kepala negara (Yang di-Pertuan Negara) Singapura. Ia merupakan warga negara Singapura yang pertama kali memegang jabatan tersebut. Pada 9 Agustus 1965, tatkala Singapura keluar dari Federasi Malaysia dan merdeka, status beliau berubah menjadi presiden negara kepulauan tersebut hingga tahun 1970, ketika Yusof meninggal. Wajah Yusof diabadikan pada pecahan-pecahan uang kertas Singapura.

Andai saja beliau masih hidup dan masih menjabat, akan menjadi moment yang sangat menarik untuk diliput ketika beliau melakukan kunjungan ke Indonesia. atau mungkin pertemuan yang dihadiri olehnya, Barrack Obama, dan Joko widodo, perbincangan pun akan semakin seru dan panjang karena ketiga kepala negara ini dengan asiknya berbincang menggunakan bahasa Indonesia. :D



Sumber : Wikipedia.org

09 Januari 2015

"RADIO" - Materi Stand Up gua (maaf klo garing)


Haii sobat blogger dimanapun berada, kali ini gua akan berbagi pengalaman "open mic" gua yg kesekian kalinya. (padahal baru 2x) 
Pertama kali stand up tuh rasanya gak karu - karuan, gugub, megang mic tangan serasa gemetar (untung gua cwo, klo cewe yg megang mic pasti langsung ngebayanginnnnn,, ah sudahlah), keringetan, panas dingin, DLL-dan lupa lagi.

Oke langsung aja. 

4 hari sebelum tampil kita para komic sudah diberi kesempatam memilih 1 materi dari 2 pilihan, oke sipppp. gua sudah membuat materi yang dikerjakan sehari semalam begadang menghapal dan memahami berulang-ulang. tiba-tiba cinderela pun tiba dengan kreta kencana, bukaaaaaaan,, bukan itu maksut gua, tiba-tiba kami dikerjain panitia, yg tdnya milih tema A disuruh nampilin tema B begitu juga sebaliknya. pikiran gua terguncang, satu jam tersisa sebelum penampilan ini gua habiskan untuk melamun dengan tatapan hampa, hati kacau, perut kosong ehh sorry klo yg ini emg gua blum makan. 

gua bingung apakah akan kabur seperti yg gua lakuin sebelum2nya, ataukah tetap maju dengan segala resiko yg akan terjadi. ditengah kebingungan ini gua akhirnya bisa tertawa, ternyata orang2 di kanan kiri sama halnya seperti yg gua rasaaa, hahahahaha gua jd inget kata2 wendi, itu tuhhhh jebolan SUCI4 muka kriminal, gmna gak kriminal materi sering berisi judi togel dan BEGAL!!!!! :D 

Oke saat nya gua tampil, ehhhh tunggu dulu woyy, maen tampil-tampil aja, trus apa kata-kata wendi yg lo inget tadi???? oh iya yaaa, gini katanya: ''pertama kali gua stand up, woyyy PECAHHHHH. palak gua" iya wen sama, palak gua juga udh retakkkk ini. StandupComedi yg Pecah berawal dari pecah kepala. ok,

Gua sdh berada d panggung, hampir gemetar, keringat hampir bercucuran yakkkk jebrettttttt GOALLLL!! astafirullohh, yg kaya beginian aja lo baca! (Opening) <<>>

"Begini kejadiannya"

Selamat sore, 
Perkenalkan nama gua tomi.
pada sore hari ini gua kecewa,, kenapa?? karena gua kesini cuma minta Tivi malah dikasih Radio, gak modal amat ya panitia. maaf panitia gua becanda klo kalian serius ya gpp tolong LCD 24 in kirim ke kosan, hahaha

Tema radio.
Mau ngomong apa lg gua yaaa?? hahaha (cengengesan gak jelas)

BIT I
Ngomong-ngomong soal radio.
radio itu benda antik dan tidak berbahaya, tp kalo sudah diaktipkan berubah jadi sangat berbahaya, RADIOAKTIF iya radioaktif. (penonton ada yg diam dan ada yg ketawa gak iklas, sakit bro rasanya).

BIT II
klo diingat2, ada sebuah kejadian memalukan yg gua alami karena radio, kejadiannya begini : 
"dulu kira-kira klas 1 smp. 
Gua baru pertama kali megang Hp.
Waktu itu teman nya bokap maen ke rumah, trus mereka keluar dan kebetulan hp nya ditinggal karena sedang di charger. 
Saking seneng nya, gue otak atik tuh hp dan ketemu radio, tiba-tiba pas gue klik keluar bunyi grosak grosek gk jelas, , ,
berisik bangget, , ,
gue panik !!!!!!!!
gue gk bisa. soalnya ini pertama kalinya gua megang hp. 
Waktu itu dirumah gk ada siapa-siapa, gua bingung setelah 15 menit gua coba gk bisa juga, akhirnya gua pergi kerumah tetangga! 

"Ada apa? kok hpnya grosak2 gitu" kata tetangga gua
gak tau mbak, ini gua gk bisa matiinnya
"hahaaha ohhh sini hpnya mbk liat". 
ini mbak hp nya.

tetangga gue cuma mencet satu tombol ditengah, tek. udah, 
udah, UDAH GITU DOANG??????? 
gue cuma diam berdiri, 
pengennya sih lari tapi takut dibilang gk tau terimakasih,,, 
gue pun bilang makasih, 
dan langsung gue pergi berlari dengan hati yang penuh dengan malu. (penonton Mulai lumayan).

BIT III
Radio juga mengingatkan gua dg hal yang menggelikan, 
gue jadi ingat wktu UN SMA. 
waktu itu ujian listening dan kebetulan pengawas sedang berada diluar ruangan. 
soal didengarkan memakai rekaman di radio / tip. 
nomer 24 selesai, 25 gua jawab asal. dan sampailah pada no 36.
ketika No 36 dibacakan, 
kuping gue rada gak denger. 
truss gua nanya sama temen gua :
  • Gua              : "Woii broo jwbn no 36 apa an sih? tdi gue telat dnger?"
  • Temen          : No 36 B.
  • Gua              : apa 36 B? 
  • Temen          : IYaaaa 36 B. "lo bolot ya? "dengan nada agak keras"
  • Pengawas    : itu yg kanan apa yg kiri??? "dgn nada tak kalah keras"
Seketika gua langsung Bengong dan terkejut. 
Sedangkan temen gua hampir pingsan dan buru2 ijin ke kamar mandi. 
gak tau mau ngapain, gak usah dibahas!!!! (penonton yg cowo mulai cengengesan).

oke Kembali keeee : "leptop kata penonton serentak"
Radio woyyyy, fokus dong, 
apa udh pingin ikutan ke kamar mandi?? hahahaha (yesss! troll berhasil) 

BIT IV 
Dari dulu acara diradio ini gitu2 aja gak ada perubahan, 
tanya nama, request lagu, dan salam-salam. 
kalo gua sukanya request2 lagu, 
pernah suatu saat gua request lagu diradio tapi malah dimarahin sama penyiarnya. 
ceritanya begini:
  • gua      : mas..,mas gua mau request lagu "Melinda yg cinta satu malam "versi dangdut koplo Tolong diputerin., ok mas!!!
  • Mas      : "diputerin palelo peyang!!! Kamu tau ini acara apaan?"
  • gua       : gak tau masss.
  • Mas      : asal loe tau aja yaaa!!, ini tu acara "pengajian bersama ustadz Yusuf Man- sensor-sur"
  • gua       : waduh...., ya udah mas "cinta satu malam" nya yang versi qosidah aja! hahahahaha
Closing Bit
Ada sedikit masukan dari gua, 
agar saluran radio itu banyak pendengarnya jangan segan2 untuk memberikan bonus,
request 2 lagu gratis 1 lagu misalnya, :D
trus kita juga bebas request lagu ke semua acara, 
Termasuk acara pengajian kya tadi. hehehehe.

SEKIAN.
Gua Tomi
wassalamualaikum wr wb.

Demikian lah sobbb materi yg bisa gua bagikan, maaf jika garing. 
Selain materi sebenarnya yg tak kalah penting adalah bagaimana cara kita menguasai panggung. usahakan penonton tertawa karena materi yang anda sampaikan bukan malah mentertawakan anda tanpa memikirkan apa yg anda bawakan. seperti expresi jingkrak-jingkrak yang berlebihan itu gak perlu, apalagi salto-salto sambil bilang wow. JANGANN, Jangan ya??? :D 
boleh lah asal itu alternatif terakhirrr. Intinya itu panggung anda, anda yg punya kendali. hehehe thankssss udh baca sampai akhir. wasalam

04 Januari 2015

Penghargaan Dunia Atas Kehebatan Presiden Ir Soekarno "Soekarno di Mata Dunia Internasional"

Penghargaan Dunia Atas Kehebatan Presiden Ir Soekarno "Soekarno di Mata Dunia Internasional"


Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 – 1966 adalah Dr. (HC) Ir. Soekarno atau yang biasa kita kenal bung karno. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.

Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan ia sendiri yang menamainya Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Penandatangan Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang sangat kontroversial oleh soekarno menjadi awal dari kemunduran eksistensi dirinya. Banyak versi mengenai isi dari supersmar tsb, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai keaslian dari supersmar.

Berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat adalah menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) menolak pertanggungjawaban soekarno pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS. pada tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.

Dalam soal "martabat bangsa", ia sosok yang berani mengatakan "tidak" di hadapan Barat. "Go to hell with your aid" adalah ungkapan terkenal Bung Karno pada Amerika yang mencoba menekan Indonesia melalui "diplomasi ekonomi".

Berikut Beberapa Penghargaan yang Tomi Journey rangkum dan akan dibagikan kepada para pembaca yang budiman.

Penghargaan Dunia Atas Kehebatan Presiden Ir Soekarno

    • Pesiden Soekarno bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara Asia Afrika memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal Indonesia.
    • Semasa hidupnya, Soekarno mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri. Perguruan tinggi dalam negeri yang memberikan gelar kehormatan kepada Soekarno antara lain adalah Universitas Gajah Mada (19 September 1951), Institut Teknologi Bandung (13 September 1962), Universitas Indonesia (2 Februari 1963), Universitas Hasanuddin (25 April 1963), Institut Agama Islam Negeri Jakarta (2 Desember 1963), Universitas Padjadjaran (23 Desember 1964), dan Universitas Muhammadiyah (1 Agustus 1965). Sementara itu, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir) merupakan beberapa universitas luar negeri yang menganugerahi Soekarno dengan gelar Doktor Honoris Causa.
    • Pada bulan April 2005, Soekarno yang sudah meninggal selama 35 tahun mendapatkan penghargaan dari Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki. Penghargaan tersebut adalah penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas. Soekarno mendapatkan penghargaan tersebut karena dinilai telah mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari apartheid.Acara penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings di Pretoria dan dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri yang mewakili ayahnya dalam menerima penghargaan.

Soekarno di Mata Dunia Internasional

Di Negara Adidaya.
Soekarno menjadi tamu kehormatan saat kunjungan kenegaraan nya di amerika. Pada saat itu soekarno merupakan satu-satunya presiden Indonesia yang sangat ditunggu kehadirannya oleh Negara yang besar salahsatu Negara adidaya yaitu amerika serikat.

Ketika sampai di bandara Washington DC, AS. Soekarno tidak mau turun dan menginjakkan kaki di amerika jika presiden amerika tidak menjemputnya dibawah tangga. Ini bukan tentang kesombongan, tetapi bungkarno ingin menunjukkan pada Negara besar jika bangsa yang pernah dijajah seperti Indonesia memiliki harga diri yang besar tidak tunduk pada Negara besar karena pada dasarnya semua Negara sama.
Bung Karno disambut penuh oleh pasukan AS dengan 21 kali tembakan kehormatan. Bung Karno tiba di Washington dalam rangka kunjungan selama 18 hari di AS atas undangan Presiden AS, David Dwight Eisenhower / 16 mei 1956
Presiden Sukarno dan Presiden AS, Kennedy, duduk bersama di dalam mobil terbuka, sedang melewati pasukan kehormatan di pangkalan Angkatan Udara AS, MD. Bung Karno datang ke AS dalam rangka pembicaraan masalah insiden Kuba 24 April 1961.

Bersama kaisar jepang

Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan Kaisar Jepang, Hirohito, dan pangeran Akihito. Bung Karno dijamu makan siang di istana kekaisaran Jepang di Tokyo














Menjadi Cover Majalah Time
Cover itu menampilkan wajah Sukarno sebagai orator ulung, pejuang kemerdekaan bagi bangsanya. Ia dilukiskan berpeci hitam dalam sapuan kuas yang begitu heroik, kuat serta berwibawa. Di belakang gambar Bung karno, tampak bendera Merah Putih tengah berkibar lengkap dengan tangan-tangan sedang yang dikepal.

Pada catatan cover yang ditulis oleh Robert Sherood itu, Sukarno digambarkan seorang pria Indonesia dengan tinggi badan 5 ft 8 in. Berwajah tampan dan pandai berpidato. Ia juga mendapat julukan si Kamus Indonesia. Topik yang diangkat majalah Time ketika itu, selain mengungkap sosok Sukarno, juga mengulas tentang situasi Indonesia saat itu.

Secara umum, publikasi majalah Time tentang sosok Sukarno ketika itu sangat mendukung dan mengangkat citra Sukarno (dan Indonesia) ke pentas dunia.


Go Internasional
Presiden Sukarno sedang bercakap-cakap dengan Presiden Kuba, Osvaldo Dorticos Torrado (kiri), dan Perdana Menteri Kuba, Fidel Castro (kanan) di Havana, Kuba
Presiden Sukarno tiba di bandara Karachi, Pakistan. Didampingi oleh Presiden Pakistan, Iskander Ali Mirza, Bung Karno tampak sedang memberi hormat, diapit oleh bendera Indonesia dan bendera Pakistan
Presiden Sukarno berdiri berdampingan dengan 4 pemimpin negara Non Blok setelah mereka selesai mengadakan pertemuan. Dari kiri kekanan : Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana), Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir), Bung Karno, dan Tito (Presiden Yugoslavia). Kelima pemimpin negara non blok ini mengadakan pertemuan yang menghasilkan seruan kepada Presiden AS, Eisenhower (Presiden AS) dan Perdana Menteri “Uni Soviet”/Rusia, Nikita Khruschev, agar mereka melakukan perundingan diplomasi kembali

Pengabadian Nama Soekarno Dibeberapa Negara 

Nama Jalan
  • Mesir, terdapat satu ruas jalan dengan nama Ahmed Soekarno Ketika Soekarno membacakan naskah proklamasi dan menyatakan kemerdekaan Indonesia, Mesir adalah Negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia. Tidak heran, hubungan diplomatik Indonesia dan Mesir sangat baik sampai hari ini. Untuk menghormati hubungan baik itu, nama Soekarno diabadikan sebagai nama jalan. Karena Mesir adalah negara Islam, mahasiswa Indonesia yang berada disana merubah nama jalan tersebut menjadi Ahmed Soekarno, hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa pemimpin Indonesia beragama Islam sehingga menarik minat orang yang melihatnya.
  • Maroko, Rabat, terdapat Jalan Rue Soekarno
  • Pakistan, terdapat Jalan Soekarno
Nama tempat
  • Di pakistan terdapat Soekarno Square di Peshawar dan Soekarno Bazar di Lahore.
  • Rusia, Masjid Biru Soekarno di St. Petersburg Masjid ini berada di Kota Sr. Petesburg, Uni Soviet (kini Rusia). Dalam kunjungannya ke negeri tersebut, Bung Karno melihat sekilas sebuah bangunan yang unik dan berwarna biru. Ia kemudian mengetahui bangunan tersebut adalah sebuah mesjid yang dialihfungsikan menjadi gudang senjata.

    Ketika kemudian ia mengunjungi Kota Moscow untuk membahas kerjasama politik antara Indonesia dan Soviet, ia bertemu pimpinan negeri tersebut yang bernama Nikita Kruschev. Soekarno menyampaikan kekecewaannya perihal mesjid yang menjadi gudang senjata tersebut. Hanya berselang satu minggu dari pertemuan tersebut, pemerintah Moscow menyampaikan bahwa bangunan tersebut kini dikembalikan fungsinya menjadi mesjid. Tidak diketahui alasan pasti mengapa dalam jangka waktu secepat itu masjid kembali dibuka, namun umat muslim Soviet meyakini bahwa ‘komplain’ Soekarno lah yang membuat masjid tersebut kembali dibuka. Hingga kini, masjid tersebut dikenal dengan nama Masjid Biru Soekarno.
  • Arab Saudi, terdapat pohon mimba, yang dijuluki Syajarah Sukarno atau Pohon Sukarno
Prangko
  • Di filipina terdapat prangko soekarno
  • begitupun di Kuba Pada tahun 2008, pemerintah Kuba mengeluarkan perangko seri Bung Karno dengan Fidel Castro dan juga salah seorang pemimpin gerilya Kuba kelahiran Argentina, Che Guevara. Perangko tersebut diterbitkan untuk perayaan HUT ke-80 dari Fidel Castro sekaligus menghormati hubungan diplomatik kedua negara. Pada masa kepemimpinannya, Bung Karno pernah mengunjungi Kuba dan menjadi kepala negara asing pertama yang mengunjungi Kuba pasca Revolusi 1959. Kehadirannya dianggap penting sehingga tokoh-tokoh nasional Kuba turut menyambutnya di bandara.
Patung Lilin
Baru-baru ini, nama Bung Karno kembali mencuat berkat patung lilin menyerupai sosok dirinya dipajang pada museum lilin Madame Tussauds, Bangkok, Thailand. Patung lilin tersebut hadir berkat dukungan dari Tourism Authority of Thailand sekaligus bentuk apresiasi dari Madame Tussauds terhadap jasa Bung Karno. Patung lilin Bung Karno dibuat secara seksama dengan wawancara yang mendalam kepada anggota keluarga untuk mengkaji dengan sebaik mungkin karakter beliau. Patung lilin Bung Karno yang dipajang pada Madame Tussauds Bangkok diambil dari foto beliau ketika berada di Amerika Serikat pada tahun 1960, kunjungan tersebut sangat berkesan karena pidato Bung Karno yang berjudul ”To Build the World a New”.

Demikanlah artikel yang dapat saya bagikan. kata Bung karno, Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. JASMERAH. semoga pemimpin - pemimpin kita kedepannya mempunyai jiwa patriotik serta harga diri yang besar seperti soekarno. semoga artikel ini membuat menambah rasa nasionalisme kita untuk cinta kepada tanah air, tak perlu malu menjadi bangsa indonesia, busungkan dada dan teriakan AKU BANGGA JADI ANAK INDONESIA.

Fakta dan Misteri di Balik Kemerdekaan Indonesia "17 Agustus 1945"

17 Agustus 1945 merupakan hari besar kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Pada tanggal tersebut, merupakan hari paling bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia, karena di hari itulah awal dari sejarah rakyat Indonesia dalam memproklamasikan kemerdekaannya setelah ratusan tahun lebih di dalam naungan penjajahan, sekaligus pertanda awalnya revolusi Indonesia.


Namun, dibalik itu semua, menyimpan misteri-misteri yang berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya. Dan sebagai rakyat Indonesia, yang mencintai akan sejarah bangsanya, sudah sewajarnyalah untuk mengetahui misteri-misteri apa saja yang terkandung di dalamnya.

Berikut ialah misteri-misteri tentang kemerdekaan Republik Indonesia yang sakral tersebut :

1. Alasan Soekarno Menetapkan Tanggal 17 Agustus Sebagai Hari Proklamasi Indonesia


Dua hari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, terjadi percakapan antara Soekarno dengan Sukarni. ”Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17,“ ujar Soekarno kala itu.

”Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16?” tanya Sukarni.

”Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi, saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci. 

Pertama-tama, kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Al-Qur’an diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia,“ Soekarno menerangkan alasannya.

2. Bung Karno Menantang Para Pemuda Radikal Untuk Memotong Lehernya

AM Hanafi, tokoh Angkatan ’45 dan mantan dubes RI di Kuba, dalam buku Menteng 31 menulis, ”Tanggal 14 Agustus 1945 pukul 15.00 beberapa pemuda radikal berkumpul di sebuah pekarangan yang banyak pohon pisangnya, tidak jauh dari lapangan terbang Kemayoran. 

Mereka adalah Chaerul Saleh, Asmara Hadi, AM Hanafi, Sudiro, dan SK Trimurti. Kami menantikan kedatangan Bung Karno dan Bung Hatta dari Saigon. Kami pikir keduanya diiming-imingi Jepang dengan janji kemerdekaan kelak di kemudian hari. Janji yang kami anggap menghina bangsa Indonesia. Kami para pemuda tidak mau kemerdekaan hadiah.”

Ketika Bung Karno dan Bung Hatta hendak masuk mobilnya, Chaerul Saleh menghampiri mereka, dan berkata, ”Proklamirkan kemerdekaan sekarang juga.” Bung Karno yang tidak senang di desak lantas mengatakan, ”Kita tidak bisa bicara soal itu di sini. Lihat itu, Kempetai mengawasi kita.” Lalu ia masuk ke mobil, dimana Bung Hatta sudah berada di dalamnya.

Jakarta kala itu sangat tegang. Golongan tua termasuk Bung Karno dan Bung Hatta berpendapat, sebaiknya kemerdekaan dicapai tanpa pertumpahan darah. Ini dapat dilakukan melalui kerjasama dengan pihak Jepang. Sebaliknya, kelompok pemuda sudah tidak sabar lagi. Kemerdekaan harus segera diproklamasikan, tanpa bantuan dan melibatkan bangsa asing mana pun.

Pada 15 Agustus 1945 pukul 20.00, di salah ruangan Lembaga Bakteriologi, di Pegangsaan Timur 17 (sekarang Fakultas Kesehatan Masyarakat UI), para pemuda dan mahasiswa mengadakan pertemuan di bawah pimpinan Chaerul Saleh. Hasilnya, pukul 23.00 mereka mengutus Wikana dan Darwis mendatangi Bung Karno dan mendesak agar esok hari (16/8) memproklamasikan kemerdekaan. Bung Karno menolak. 

Alasannya ia dan Bung Hatta tidak ingin meninggalkan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Apalagi PPKI esoknya akan rapat di Jakarta. Mendengar penolakan itu, Wikana mengancam, ”Kalau Bung Karno tidak mau mengumumkan proklamasi, esok akan terjadi pertumpahan darah di Jakarta.” Bung Karno pun naik pitam, ”Ini batang leherku. Potonglah leherku malam ini juga.” Wikana terkejut melihat kemarahan Bung Karno itu.

3. Tanpa Kehadiran Bung Hatta, Maka Proklamasi Tidak Akan Pernah Ada

Ancaman para pemuda rupanya bukan omong kosong belaka. Pada 16 Agustus 1945 pukul 04.00, setelah sahur, mereka menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Di sini sekali lagi para pemuda di bawah pimpinan Sukarni gagal memaksa keduanya untuk memproklamasikan kemerdekaan.

‘Perdebatan’ kelompok muda dan tua terjadi kembali pada menit-menit menjelang proklamasi. Meski proklamasi diputuskan akan dibacakan pukul 10.00 di kediaman Bung Karno, para pemuda tetap gelisah. Mereka khawatir tentara Jepang akan menggagalkannya. Mereka mendesak Bung Karno agar segera membacakannya, tanpa menunggu kehadiran Bung Hatta.

”Saya tidak akan membacakan teks proklamasi, kalau Bung Hatta tidak ada. Jika Mas Muwardi tidak mau menunggu, silahkan baca sendiri,” kata Bung Karno dengan lantang. Tak lama kemudian terdengar teriakan, ”Bung Hatta datanggg… Bung Hatta datanggg...!!!” Maka, tepat pukul 10.00 tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan RI pun diproklamasikan.

4. Bung Karno Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan

Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sblm pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi, dan sangat lelah setelah begadang bersama para penyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah-tengah bulan puasa Ramadhan.

'Pating greges', keluh Bung Karno setelah dibangunkan Dr. Soeharto, dokter pribadi kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.

Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. "Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!", ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati.

Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya", sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat dan khidmat itu selesai, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya (masih dalam kondisi meriang), akan tetapi sebuah revolusi telah dimulai.

5. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Dibuat Sangat Sederhana

Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun.

6. Bendera dari Seprai dan Kain Tukang Soto

Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi Republik Indonesia. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat pertama kalinya? Warna putihnya diambil dari kain seprei tempat tidur, dan warna merahnya dari kain tukang soto.

7. Perintah Pertama Presiden Soekarno Saat Pertama Kali Menjadi Presiden RI adalah Memanggil Tukang Sate

Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekrit, melainkan memanggil tukang sate. Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki).

“Sate ayam lima puluh tusuk!” perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor. Dan itulah, perintah pertama pada rakyatnya, sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari.

8. Soekarno Memandikan Penumpang Pesawat dengan Air Seni

Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Bung Karno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat, dan Dr. Soeharto (dokter pribadi Bung Karno), menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda.

Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang termasuk dirinya.

9. Bung Hatta Berbohong Demi Proklamasi

Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia.

Bung Hatta memakai paspor dengan nama 'Abdullah - co-pilot'. Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi.

Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an, dan Gandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa 'Abdullah' itu adalah Mohammad Hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya.'You are a liar !' ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru.

10. Negatif Film Foto Kemerdekaan Disimpan Di Bawah Pohon

Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat di dokumentasikan dan di saksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka.

Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar, padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang saat itu?

11. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah

Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah. Dan anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah.

Diah menemukan draft proklamasi itu di dalam keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun, 9 bulan, 19 hari.

12. Indonesia Mungkin Saja Punya Lebih Dari Dua Proklamator

Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya 'lebih dari dua' proklamator. Pada saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl Imam Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat dini hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya.

Tetapi, usul ditolak oleh Soekarni, salah seorang pemuda yang hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta, dan calon proklamator yang gagal : Achmad Soebardjo, Soekarni, dan Sajuti Melik. 'Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau', gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.

13. Gelar Proklamator Hanyalah Gelar Lisan

Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun. Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.

14. Tidak Ada Nama Jalan Soekarno-Hatta

Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia, dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang memproklamirkan kemerdekaan, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia.

Sampai detik ini, tidak ada 'Jalan Soekarno-Hatta' di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.

15. Soepeno Satu-Satunya Menteri Yang Tewas Ditembak Belanda

Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga seorang menteri kabinet RI. Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda.

Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru. Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur. Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi di sebuah pancuran air terjun.

16. Jenderal Soedirman Tidak Pernah Duduki Jabatan Resmi

Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia, Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak pernah menduduki jabatan resmi di kabinet Republik Indonesia. Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun.

17. 17 Agustus Merupakan Tanggal Kematian Bagi Pencetus Pilar Indonesia

Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, WR. Soepratman (wafat 1937), dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894).

18. Hubungan Antara Revolusi Indonesia dan Hollywood Memang Dekat.

Setiap 1 Juni, selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden Soekarno. Pada 1956, peristiwa tersebut “hampir secara kebetulan” dirayakan di sebuah hotel Hollywood.

Bung Karno saat itu mengundang aktris legendaris, Marylin Monroe, untuk sebuah makan malam di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25 tahun kemudian menjadi Presiden AS).

Yang unik dari pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu, Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan “Mr. President” atau “Your Excellency”, tetapi dengan “Prince Soekarno”.

19. Setting Revolusi di Indonesia Diangkat Ke Dalam Film

Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, 'Tahun Vivere Perilocoso' (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film 'The Year of Living Dangerously'. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan Australia yg ditugaskan ke Indonesia pada 1960-an, pada detik2 menjelang peristiwa berdarah th 1965. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing.

20. Bendera Merah Putih dan Perayaan Tujuh Belasan Bukan Hanya di Indonesia

Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960.

Selain itu, masih menjadi perdebatan apakah lagu Indonesia Raya benar-benar merupakan karya asli WR Supratman, ataukah 'terinspirasi' oleh lagu Perancis, 'Les Marseilles', yg memiliki nada-nada yg sangat mirip?

21. Kalimantan Dipimpin 3 Kepala Negara

Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, terdapat 3 kepala negara yang memerintah. Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak, Malaysia), serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei Darussalam).

22. Ibukota Negara Indonesia Berpindah Sampai Tiga Kali

Belum ada negara di dunia ini, yang memiliki ibukota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibukota, yakni : Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948), dan Bukittinggi (1948-1949).


Demikian misteri-misteri seputar proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Sejarah yang begitu sakral untuk seluruh rakyat Indonesia, karena berawal dari sanalah Indonesia dapat menjadi sebuah negara yang merdeka, mandiri, yang tidak lagi ditindas oleh kesemena-menaan para bangsa penjajah.
Tugas kita semua untuk terus mempertahankan keutuhan NKRI. MERDEKA!!!!!!!!!!

Sumber:komunitaspeintasejarah

31 Desember 2014

Mahasiswa dan Partai Politik

Mahasiswa adalah masa peralihan dari remaja menuju dewasa awal. Mahasiswa dimaknai sebagai pelajar yang mandiri, tidak perlu disuruh-suruh secara sistematis untuk melakukan tugasnya. Mahasiswa adalah seseorang yang mampu berpikir besar dalam kerangka ilmu pengetahuan yang bisa jadi mengalahkan para senior hingga dosen dan profesornya..

Pemikiran mahasiswa adalah ada produk berpikir yang khas dengan aura membara. Mahasiswa mampu memandang sesuatu yang lain daripada biasanya, lain dari pemandangan yang terlihat oleh manusia kebanyakan. Mahasiswa juga dicirikan sebagai manusia pemberani melakukan perubahan, tidak terlalu nyaman dengan kemapanan, dan terus menginovasi diri. 

Meskipun tidak bisa kita tutup mata juga, bahwa mahasiswa memiliki kelemahan dalam kedalaman ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan akibat pengalaman hidup yang minimalis dibanding dengan pengambil kebijakan yang telah berkecimpung di bidang yang sama selama bertahun-tahun..

Realitas kehidupan kita hari ini, menjadikan seluruh elemen harus ikut bergerak untuk menuntaskan perubahan. Reformasi yang digadang-gadang sebagai zaman peralihan dari kesengsaraan menuju kesejahteraan, ternyata hampir 16 tahun kita hidup di masa reformasi, keadilan dan kesejahteraan yang diimpikan untuk berpihak kepada semua golongan tak kunjung terwujudkan.


Betapa anehnya mahasiswa sekarang. Kebanyakan mereka telah memilih apatis terhadap persoalan bangsa, dan lebih fokus pada kehidupan dirinya semata. 
Hari ini nonton apa? 
Malam minggu ngapelin siapa? Enaknya makan dimana? 
Liburan ini mau pantai atau pegunungan? 
Dan pertanyaan-pertanyaan selfish lainnya. Nilai akademis tok yang menjadi patokan atas kegagalan atau keberhasilan kuliahnya..

Mereka lupa, sungguh mereka telah lupa. 
Mereka lupa bahwa sesuai dengan fitrahnya, perubahan ada di tangan pemuda dan mahasiswa. 

Sejak masa pra kemerdekaan, pemain utamanya adalah para akademisi yang terpelajar, meski tidak menafikkan peranan para ulama dan juga santri-santrinya. Toh ulama dan para santri itu juga tetap pelajar yang terdidik, bukan orang yang egois dan rendah diri seperti kebanyakan mahasiswa kita hari ini..

Dilanjutkan pada masa awal kemerdekaan, mahasiswa juga memiliki peranan penting dalam turut serta mengawal pelaksanaan tugas kenegaraan. Meski tidak bisa kita lupakan juga, bagaimana peran mahasiswa di kampus diperkerdilkan, dan bahkan dimatikan agar tidak terlalu peduli pada masalah politik kenegaraan. 

Dan puncaknya, mahasiswa sangat berperan aktif dalam penggulingan rezim Soeharto yang telah berkuasa di negeri kita tercinta Indonesia selama 32 tahun lamanya..

Lalu, akhir-akhir ini, pendapat mengemuka dan membahana. Entah amunisi apa yang dipakainya sehingga mampu menyihir lebih banyak manusia. 

Ya, manusia-manusia yang pada mulanya telah apatis terhadap perubahan negeri ini, terkompori oleh provokasi yang menolak demokrasi seutuhnya. 

Padahal kita tahu bersama, demokrasi hanyalah alat dalam upaya penyelenggaraan negara. Fiqih kontemporer memberikan arahan kepada kita, bahwa demokrasi juga berhak untuk didakwahi. Inilah, jalan kita hari ini, berdakwah dalam era demokrasi..

Mahasiswa pada fitrahnya adalah orang-orang yang berpikiran merdeka. Karenanya, kita tidak perlu menakuti diri, bahwa mahasiswa dapat dicuci otaknya. 

Cuci otak hanyalah istilah ketakutan yang dihembuskan oleh para kaum Sekuler-Liberal yang hendak memojokkan umat Islam. 

Padahal kalau boleh jujur, cuci otak yang mereka gembar-gemborkan juga tengah dilakukannya terhadap para kadernya. Yakni mencuci otak-otak mereka dari keimanan yang menghujam di dalam hati, mencerabutnya dengan ganti kebebasan yang kebablasan..

Tahun 2014, adalah momentum perubahan atas pesta demokrasi di bumi pertiwi. Benar, bahwa demokrasi kita memang mahal. Kalau mau murah, mungkin tidak perlu ada pemilihan pemimpin, cukup terapkan rezim otoriter dan berbentuk kerajaan dimana para pemimpin diangkat karena keturunan, dan segala pemimpin daerah dipilih berdasarkan penunjukkan. Tapi, ternyata bukan itu yang dikehendaki oleh masyarakat, maupun oleh Islam itu sendiri..

Pemilih yang diizinkan oleh negara minimal berusia 17 tahun atau telah menikah. Sedangkan mahasiswa, hampir 100 persen adalah mereka yang usianya telah menginjak 17 tahun ke atas. Maka, berarti mereka memiliki suara penuh dalam pemilu. 

Melihat jumlah mahasiswa yang tidak sedikit, maka potensi kebaikan yang dapat diciptakannya juga tidak kecil. 

Tapi apa jadinya, jika para mahasiswa itu apatis? 

Hanya mampu memaki-maki demokrasi, tanpa bisa berkontribusi untuk memperbaikinya..

Maka, tidak sepenuhnya salah jika mahasiswa juga memberikan dukungannya kepada partai politik di Indonesia. 

Masyarakat awam dan apatis, menganggap politik sebagai barang haram, kotor dan najis. Mereka enggan dan malas untuk berhubungan dengan politik praktis, tapi di sisi lain ternyata mereka juga tak mampu melakukan apa-apa untuk membenahi negeri ini. Padahal, peran satu suara mereka dalam kebaikan itu akan berdampak besar terhadap perubahan di masa depan..

Percayalah, bahwa masih ada orang-orang baik yang mengisi partai politik. Dan tinggal kita sendiri sajalah yang bisa memilih. Diam, Melawan, atau turut serta menjadi pejuang keadilan dan kesejahteraan guna mewujudkan Negeri Indonesia menjadi Sepenggal Firdaus di Muka Bumi. 

Ingatlah, bahwa untuk Indonesia, Harapan Itu Masih Ada..Insya Allah..

Salam Perjuangan!!



Dikutip dari https://bocahbancar.wordpress.com/2014/02/09/mahasiswa-dan-partai-politik/