16 Februari 2015

Mahasiswa Tingkat Akhir “Tanda-tanda Anda Sudah Lumayan Tua di Kampus”

Assalamualaikum,
Selamat siang sobat bloger dan para pembacaholic, subhanallah jadi ketularan VikiNisasi gini bahasa gua. :D oh iya NB: untuk kalimat awal setelah salam bisa kalian ganti sesuai waktu masing-masing. Jangan  diperpanjang urusannya. Biar gak berbelit-belit.

Pada kesempatan kali ini gua akan membagikan pengalaman yang hampir dirasakan oleh semua mahasiswa baik yang telah alumni maupun yang hampir alumni ataupun yang kenyang akan pengalaman (baca: gak lulus-lulus). 

“Apa sih mahasiswa tingkat akhir itu?”
“Gua mahasiswa Tingkat Akhir Bukan ya?”
“Bisa gak gua jadi Maba terus kayaknya asik.”

Jika pertanyaan itu yang mencul di benak kalian gua saranin mendingan jangan baca artikel ini, baca aja resep dari dokter siapa tau kalian lupa minum obat.
pertanyaan macam apa itu.

Oke gua perjelasin lagi dalam artikel berikut tentang Mahasiswa Tingkat Akhir “Tanda-tanda Anda Sudah Lumayan Tua di Kampus”

  • Rajin ke PerpustakaanJika dulu kalian rajin ke kantin, baru datang langsung ke kantin, gak ada jam kuliah ke kantin, ada jam kuliah pun masih tetap di kantin (yang terakhir sumpah bukan gua) trus tiba-tiba jadi sering ke perpus mungkin ada yang baru pertama kali menampakkan wajah di perpus. Tenang jangan langsung berpikir anda sedang kesurupan kemasukan jin atau apapun. Itu tanda nya anda memasuki Tahap Mahasiswa Tingkat Akhir.

    Mau gimana lagi, mahasiswa tingkat akhir pasti sedang berkutat dengan yang nama nya skripsi. Untuk mencari referensi gak mungkin dong nyari di kantin. Pasti lari ke perpustakaan. 

    Jika anda protes karena tidak merasa sedang sibuk mengerjakan skripsi tetapi  sibuk dengan UN.
    “coba baca lagi judulnya dek, ini gomongin mahasiswa bukan siswa”
  •  
     
  • Merasa Asing Di Kampus Sendiri

    Kampus merupakan tempat yang begitu familiar bagi mahasiswa, banyak sebagian waktu dihabiskan  ataupun dilalui di kampus. teman-teman, dosen, dan seluruh warga kampus terasa tak asing lagi sepintas jika kita melihatnya. Namun kini yang kalian rasakan berbeda, wajah-wajah teman seangkatan tak lagi terlihat berserakan dimana-mana seperti dulu. Ditambah dengan munculnya wajah-wajah maba menambah semakin asing nya diri kita.

    Tiba-tiba muncul dalam benak kalian, mengapa tempat tempat ini terasa berbeda, kemana perginya perasaan yang dulu waktu datang ke kampus? Jika dulu anda bisa melintas dari ujung lantai dasar hingga ujung lantai paling atas tanpa beban (loe mau kuliah apa nyapu lantai? :D) kini boro-boro keliling kampus, nunggu dosen pembimbing didepan kelas yang dulunya kelas itu juga kelas kita terasa boring.

    disaat anda mengalami hal demikian, terimalah kenyataan bahwa anda adalah
    Mahasiswa Tingkat Akhir.
  • Sering muncul kenangan / flashback
    woy ntr dulu tom, gua mau nanya. Flashback itu apa ya?” 
    subhanallah banget kan klo sampe pertanyaan itu muncul di benak kalian?
    Baik lah biar gak penasaran bagi yang kebangetan klik aja
    disini males gua jelasin nya. :DOk. Sekarang focus.

    Pernah kita merasakan seakan baru aja kemarin melewati propti/ospek tidak terasa kini telah bergelut dengan skripsi? waktu terasa bergulir begitu cepat.

    Tidak disengaja pas lewat depan kelas melihat mahasiswa sedang presentasi, agak jauh kedepan ada beberapa mahasiswa tidak bisa ikut kelas karena telat, agak jauh sedikit lagi melihat segerombolan mahasiswa sedang asik nya nongkrong menunggu dosen yang telat, agak jauh mendekati ujung anda menjumpai pasangan yang sedang IYKWIM (baca: if you know what I mean),
    agak jauh sedikiiiit lagi aja, bisa-bisa lo meninggal jatuh dari gedung,
     (sadar dong gan, mentang-mentang gak ketemu dosen pembimbing langsung  mau bunuh diri,. Istighfarrrr).
    semua yang lo lihat tadi secara tak sadar
      membuat alam bawah sadar lo flashback, dan lo berkata dalam sumur hati bahwa lo juga pernah seperti mereka.
  • Dulu dan Sekarang itu berbeda.
    Seiring berjalannya waktu, semakin kedepan semakin berubah semua yang ada di diri kalian, baik berupa aktifitas sehari-hari maupun perasaan yang dialami semua tak lagi sama.

    Jika dulu masih ada yang memanggil loe “dek” kini setiap yang loe temui memanggil loe “kak/bang”
    Atau cukup dengan menyebutkan nama. Jika masih ada yang memanggil loe “dek” maka cepat-cepatlah salim tangan beliau siapa tau aja dia benar-benar mahasiswa “the true lagend” di kampus loe. :D
    Jika dulu kalian merasakan hangatnya kebersamaan dengan teman-teman, susah pun dilalui dengan tertawa bersama teman
    kadang juga mentertawakan teman yang lagi susah, pokoknya selalu bersama baik dikampus maupun diluar kampus selalu ada waktu untuk berkumpul. namun kini semua dilalui sendiri-sendiri, sangat sulit untuk berkumpul.
  • Semua berbeda
    pada dasarnya salah satu tugas utama mahasiswa itu adalah menerima pelajaran dari dosen. Tetapi kenyataannya ada sebagian besar mahasiswa yang senang ketika dosen berkata “besok saya keluar kota selama sebulan” namun kini, hati berasa tercabik-cabik ketika dosen mengatakan “maaf, saya ada urusan diluar kota selama seminggu” terlebih lagi jika beliau adalah dosen pembimbing loe. :D

demikianlah artikel yang dapat saya bagikan, cerita diatas hanyalah sebagian kecil yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir karena masih banyak hal-hal yang dialami yang tidak sempat gua rangkum semuanya.
Jika sahabat punya penngalaman-pengalaman lain silahkan tambahkan di komentar.
Cukup sekian
Wassalamualaikum wr wb

05 Februari 2015

Bukan Tutorial mencari "Expand template widget"

Dimana Letak Expand Template Widget
Bukan Tutorial mencari "Expand template widget" 

assalamualaikum sobat blogger
gua sebagai newbie di dunia bloger terkadang masih sering mencari tutorial-tutorial seputar blog, baik itu untuk mempercantik maupun memperganteng memperindah tampilan blog.  

Nah tidak asing lagi bagi kita yang nama nya edit html. sering kali para master-master tutor memberikan saran untuk membackup terlebih dahulu segala data yang kita punya agar ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan kita bisa mengembalikan lagi data kebentuk semula.

Dan tak lupa juga para master memberikan saran untuk menyoblos mencontreng tanda Expand template widget. iya kan?? tetapi untuk kita yang masih baru terkadang kesulitan mencari dimanakah bapak wakwaw Expand template widget berada. mungkin para pakar-pakar tutorial lupa menyunting postingan lama mereka bahwa sesungguhya kemerdekaan itu ialah hak segala bagsa pada tampilan blog baru seperti saat ini sudah tidak disediakan lagi tombol Expand Template Widget.

Terus apa yang mau di Contreng/centang/ ???

Baiklah pada kesempatan kali ini ijin kan saya berbagi bukan tutorial bagaimana memecahkan masalah diatas. mengapa saya katakan bukan tutorial? karena memang saya bukan ahlinya haha. Bukan tutorial ini dikhususkan bagi para blogger-bloger baru. Gua juga baru?? jadi dikhususkan bagi yang lebih baru dari gua :D. hanya sedikit berbagi.

Expand template widget perlu di contreng dikarenakan untuk dapat membuka semua konten isi html yang tertutup. jadi jika sudah buka semua kan tinggal lanjut shollat teraweh, yang ini gak usah  dihiraukan :D.
seperti ini contoh nya:
Mencari Expand Template Widget

Trusssssss caranya gimana??? kayaknya gak perlu juga gua ngomong panjang lebar, kebanyakan para blogger tuh kalo liat tutorial langsung ke titik intinya tanpa menghiraukan apa basa-basi dari penulis yang dibahas di atas, gitu pengalaman gua sih. hahaha

berikut bukan tutorial cara membuka seluruh kode yang tertutup tanpa menyontreng Expan template widget:

  • Pertama lo harus punya blog. (ya iya kaliiiiiiii. ngapain lo susah-susah baca postingan ini klo mau diterapin ke Facebook.) oh iya klik ini klo mau add fb gua ya. :D
  • lalu masuk ke blogger dashboar kalian
  • Cari template
  • klik edit html
  • klik bebas didalam data kode html kalian
  • Ctrl A, (untuk memBlock)
  • Ctrl C, (untuk Mengcopy)
  • Del, (hapus) loh kok dihapus????? (udah ikutin aja)
  • Ctrl V (paste)
  • Yang Terakhir ini bagian paling penting jangan sampai lupa..
  • ini cara yang terakhir == Selesai (hahahaha)


Jadi gitu doang?? ya emang segitu yang gua tau. hahaha sekarang coba cek, semua yang tertutup telah terbuka secara otomatis, jadi gak perlu lagi kalian klik satu - satu untuk membuka nya atau masih mau cari dimana letak expand temlate widget sampai ketemu? goodluck aja deh.

Bonus :
Untuk memudahkan pencarian klik besas dulu di dalam kode html/xml kalian lalu tekan Ctrl + F. Tulis kode yang dituju kemudian tekan Enter.

Demikian Bukan Tutorial mencari "Expand template widget" ini. sampai bertemu dibukan tutorial lainnya. terimakasih telah membaca
wassalamualaikum wr.wb

23 Januari 2015

MOTIVASI "Tamparan Dari Dosen Untuk Mahasiswa"

Nemu artikel bagus nih gan, 


Cuaca di Bandar lampung sejak sore tadi hujan angin + petir, jadi gak mungkin banget gua melakukan aktifitas diluar, masa iya gua mau ujan-ujanan??? hahaha.  

akhirnya kopi rokok and the genk menemani gua, ditambah lagi kuota internet masih memadai, wuiiiihhhh akhirnya gua browsing2 menjelajah dunia maya dan segala macam isinya. lebaiii :D. dan gua tak sengaja mampir disalah satu situs milik http://anakunsri.com/ dan menemukan sebuah artikel yang bagus dan juga sangat meMOTIVASI.

Sebuah renungan untuk diri sendiri . "Ini cara saya menggampar Mahasiswa saya" Tulisan dari Bapak I Made Andi Arsana (Teknik Geodesi UGM). Semoga menginspirasi. Tamparan dari dosen untuk mahasiswa ini semoga dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan bekerja keras.

Mari simak!!!!!!


  1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti? Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa tidak pinter? BELAJAR!
  2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa

20 Januari 2015

AFWAN (Mengucapkan Terimakasih Dibalas dengan kata "Maaf") Maksut nya gimana??

Assalamualaikum,

Apakabar semua?? kali ini gua mengulas sebuah artikel yang cukup menarik, dan semoga bermanfaat menambah wawasan kita semua, aminn.

Ketika gua asik berselancar di dunia maya, entah angin apa yg berhembus sehingga gua bisa masuk tersasar dan stuck disebuah blog yg sangat menarik yang tak lain dan tak bukan http://titiantasbih.blogspot.com/ (ehm ehmm jarang2 blogger jujur skaligus bantuin promo blog lain ky gua :D).

didalam blog tersebut gua sangat serius dan antusias sekali membaca salah satu artikel yang membahas penggunaan kata AFWAN, karena ini juga merupakan pertanyaan yang selalu mengganjal didalam hati gua yang dari dulu blum sempat gua cari kejelasan jawabannya, karena gua terlalu sibuk dengan tugas2 kuliah gua akhirnya pertanyaan itupun sempat menghilang, hahaha

Oke langsung aja kita simak

Bismillah
Tidak terlintas dalam pikiran saya kenapa saya ingin mengayunkan jemari saya untuk membahas ini, Sekedar uneq-uneq yang mengganjal dihati.Sorry,..maaf kata ini selevel maknanya dengan kata afwan.Mungkin perbedaan subyek yang menggunakan saja. Nah, kata ”afwan” ini muncul beriringan dengan kata “ikhwan,akhwat,syukron, jazakillah” dsb. Komunitas ”anak mushola“, hehe .^_^. paradigma yang sebenernya tiak terlalu urgen untuk dibahas di kalangan masyarakat biasa. Hanya eksistensinya saja yang berbeda..

(zaman baheula), ana sering denger temen2 klo ngucapin "maaf" itu pke kata AFWAN.
Ana pun terbiasa dgn ucapan itu, beda halnya ketika ana berada di lingkungan orang2 timur tengah, mereka mengucapkan AFWAN itu klo orang bilang "Terimakasih" di jawabnya afwan.
hmm.. sempet bingung bin aneh, koq orang bilang terimakasih di jawab maaf hehehe
dan klo orang timur tengah bilang MAAF=ASYIF bukan afwan kayak kita2 yg terbiasa dgn pengucapan "afwan" klo mau minta maaf.

Ana bikin note ini BUKAN NGAJAKIN DEBAT ,cuman ingin share sedikit ilmu yg ana tau.
sebenarnya makna kata dlm bhsa arab bgtu luas dan berbeda2 arti,tergantung penempatannya.Ana gak bilang klo kita GAK BOLEH ngucapin maaf pake kata AFWAN.
Karena sebenernya jika di rinci, kata ‘afwan mempunyai kalimat lengkap Asta’fika yang artinya aku benar-benar minta maaf kepadamu.

LALU KENAPA donk yun..orang arab klo bilang afwan adalah ucapan jawaban dri syukron??mau tau??beneran??hhee..
jadi gini....
Ada yang bisa kita pelajari dari kebiasaan orang Arab ini. Ketika diucapkan padanya kata Syukran maka jawabannya adalah ‘Afwan. Mereka masih merasa perlu meminta maaf ketika sudah berbuat baik kepada seseorang. Mereka merasa bahwa seharusnya masih bisa melakukan lebih daripada itu, namun yang dilakukan hanya sebatas itu. Sehingga masih merasa perlu mengucap kata ‘Afwan.

Bingung ya? Saya juga bingung gimana mau ngejelasinnya…(hehe)
Begitulah kurang lebih konsep syukran dan ‘afwan. Tidak seperti orang Indonesia yang kalo diucapkan padanya terima kasih, maka jawabannya adalah sama-sama. Seolah dia memang pantas untuk mendapatkan ucapan terima kasih itu. Yang dilakukan orang Indonesia ini sama dengan yang dilakukan oleh orang yang menggunakan bahasa Inggris. Thank You, maka jawabannya adalah you’re welcome atau doesn’t mind.

Saya lebih sepakat dengan kebiasaan orang Arab mengenai konsep terima kasih ini.

Satu hal lagi, orang Arab atau orang yang menggunakan bahasa Arab, sangat senang sekali dalam tutur katanya mendoakan orang lain. Misalnya dalam pengumuman hasil ujian. Maka selain Lulus, istilah lainnya adalah bukan Tidak Lulus, melainkan Semoga Allah Mengizinkan di lain waktu.

Sungguh indah sekali jika kita senang menebar doa kepada lawan bicara kita dalam keseharian kita..
LALU setelah muter2 ngomongin afwan mau diambil yg mana niih klo ngucapin maaf..
yaaa..mau MAAF=AFWAN bolehhh, silahkan saja
mau MAAF=ASYIF juga silahkan no problem
Terimakasih Telah Membaca
Wassalamualaikum

18 Januari 2015

Sejarah Pendidikan ISLAM Indonesia Pada Era Orde Baru


A. PENDIDIKAN PADA MASA ORDE BARU

Pemerintahan memandang bahwa agama mempunyai kedudukan dan peranan sangat penting dan strategis. Peran utama agama sebagai landasan spiritual, moral dan etika dalam pembangunan nasional, agama juga berpengaruh untuk membersihkan jiwa manusia dan kemakmuran rakyat, Agama sebagai sistem nilai seharusnya dipahami dan diamalkan oleh setiap individu, warga dan masyarakat hingga akhirnya dapat menjiwai kehidupan bangsa dan negara.

Kalau dirunut kebelakang, memang sejak tahun 1966 terjadi perubahan besar pada bangsa Indonesia, baik itu menyangkut kehidupan sosial agama maupun politik. Pada Orde Baru tekad yang diemban, yaitu kembali pada UUD 1945 dan melaksanakannya secara murni dan konskuen, sehinggapendidikan agama memperoleh tempat yang kuat dalam struktur pemerintahan.

Walaupun pendidikan agama mendapat porsi yang bagus sejak proklamasi kemerdekaan sampaiOrde Baru berakar, namun itu semua hanya bahasa kiasan belaka. Menurut Abdurrahman Mas’ud , PhD. undang-undang pendidikan dari zaman dahulu sampai sekarang masih terdapat dikotomi pendidikan.Kalau dicermati bahwa undang-undang pendidikan nasional masih membeda-bedakan antara pendidikanumum dan agama, padahal perkawinan, ilmu agama dan umum justru akan menciptakan kebersamaan dan mampu menciptakan kehidupan yang harmonis serasi dan seimbang.

Prof. Ludjito menyebutkan permasalahan yang terjadi dalam Pendidikan Agama Islam walaupun dari sistem pendidikan nasional cukup kuat, namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini karena dipengaruhi beberapa faktor, yaitu :
  • Kurangnya jumlah pelajaran agama di sekolah.
  • Metodologi pendidikan agama kurang tepat. Lebih menitikberatkan pada aspek kognitif daripada aspek afektif.
  • Adanya dikotomi pendidikan, meterogenitas pengetahuan dan penghayatan peserta didik.
  • Perhatian dan kepedulian pemimpin sekolah dan guru terhadap pendidikan agama kurang.
  • Kemampuan guru agama untuk menghubungkan dengan kehidupan kurang.
  • Kurangnya penanaman nilai-nilai, tata krama dalam Pendidikan Agama Islam.

Seandainya dari enam aspek tersebut bisa ditangani, maka pendidikan agama akan lebih diperhatikan masyarakat.

1. Pendidikan Agama dan Sistem Pendidikan Nasional

Melalui perjalanan panjang proses penyusunan sejak tahun 1945-1989 UU nomor 2 tahun 1989, sebagai usaha untuk mengintegrasikan pendidikan Islam dan umum. Untuk mengembangkan pendidikanIslam haruslah mempunyai lembaga-lembaga pendidikan, sehingga menjadi “lahan subur” tempat persemaian generasi baru. Artinya pendidikan Islam harus mampu :
Membedakan akar peserta didik dari semua kekangan dan belenggu.
  • Membangkitkan indra dan perasaan anak didik sebagai sarana berfikir.
  • Membekali ilmu pengetahuan.

Di samping hal itu peluang untuk berkembangnya pendidikan Islam secara integrasi dalam Sistem Pendidikan Nasional bisa dilihat dalam beberapa pasal.
  • Pasal 1 ayat 2, pendidikan nasional adalah pendidikan yang terakhir pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  • Pasal 4, tentang tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang bertakwa dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, pribadi yang mantap dan mandiri.
  • pasal 10, pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, moral dan ketrampilan.
  • Pasal 11 ayat 1, jenis pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri ataspendidikan umum, pendidikan kejuruan, keagamaan, kedinasan, akademik dan profesional.
  • Pasal 39 ayat 2, isi kurikulum setiap jenis dan jalur, serta jenjang pendidikan wajib memuatpendidikan Pancasila, agama dan kewarganegaraan.
  • Pasal 47, ciri khas suatu pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat tetap diindahkan.

2. Pengintegrasian Pelajaran Agama dan Pelajaran Umum

Integrasi merupakan pembauran sesuatu sehingga menjadi kesatuan, sedangkan integrasi pendidikan adalah proses penyesuaian antara unsur-unsur yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam pendidikan dan integritas pendidikan memerlukan integritas kurikulum atau secara khusus memerlukan integritas pelajaran.

Karena sasaran akhir daripendidikan (agama) adalah untuk meciptakan manusia yang bisa mengintegrasikan diri, mampu menggunakan imannya dalam menjawab tantangan hidup dan mampu memanusiakan sesamanya dengan berbagai kehidupan yang sejahtera yang dikaruniakan Allah pada manusia. Dengan kata lain, pendidikan dimaksudkan untuk memajukan manusia dalam mengambil bagian secara aktif, kreatif dan kritis.

Untuk melaksanakan suatu yang lebih baik dari masa lalu, pelajaran agama dan mata pelajaran umum ditentukan guru yang memilki integritas keilmuan yang memadai dalam pendidikan. Sehingga bisa menemukan cara untuk dapat menghubungkan bagian-bagian dari suatu bidang dari suatu bidang studi, satu pelajaran dengan mata pelajaran yang lain.

B. PENDIDIKAN ISLAM PADA ABAD XXI

1. Preoritas Kegiatan Pendidikan Islam untuk Persiapan Masa Depan
Seorang kader pemimpin Islam yang berwawasan luas selain memiliki cita-cita dan komitmen untuk mewujudkan cita-cita ajaran islam sebagaimana secara terpadu dan serempak juga memiliki pandangan faham keagamaan pluralis inklusif. Fahamnya yaitu suatu faham keagamaan yang meyakini kebenaran agama yang dianutnya dan mengamalkannya secara sungguh-sungguh namun pada saat yang bersamaan ia juga mengakui eksistensinya keberadaan agama lain, disertai dengan sikap tidak merasa bahwa agamanya lah yang paling benar, sedangkan agama lain tersesat.

Sikap keberagamaan yang demikian itu amat dibutuhkan dalam memasuki aba 21 atau melenium ke 3 yang ditandai dengan empat karakteristik, yaitu :
  • saling kebregantungan sosial ekonomi
  • kompetisi antara bangsa yang semakin besar
  • makin besarnya usaha Negara berkembang untuk mencapai posisi Negara maju
  • munculnya masyarakat hiperindustrial yang tidak akan pernah mengubah budaya bangsa

Sejalan dengan pemikiran diatas akan preoritas kegiatan pendidikan Islam hrus diarahkan pada empat hal, sebagai berikut :
  • Pertama, pendidikan Islam bukahlah hanya untuk mewariskan faham atau pola keagamaan hasil internalisasi generasi terhdap anak didik.
  • Kedua, pendidikan hendaknya menghindari kebiasaan menggunakan andai-andaian model yang di idealisir yang sering kali membuat kali kita terjebak dalam romantisme yang berlebihan.
  • Ketiga, bahan-bahan pengajaran agama hendaknya selalu dapat mengintegrasikan problematic empiric disekitarnya.
  • Keempat, perlunya dikembangkan wawasan emansipatoris dalam proses mengajar mengajar agama sehingga anak didik cukup memperoleh kesempatan berpartisipas dalam rangka memiliki kemampuan metodologis untuk mempelajari materi atau subsatansi agama.

Itulah prioritas pendidikan Islam, yakni bagaimana agar agama Islam dapat meletakkan kerangka dasar bagi manusia sehingga mampu menunaikan tugas pokoknya sebagai khalifah dimuka bumi.Pendidikan Islam sesungguhnya adalah bagian yang sangat penting dari proses penyerapan tugas sejarah itu pada stiap anak didik. Tentulah dalam pola pedagogis yang berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan lingkungan tempat generasi itu menemukan tantangan sejarahnya masing-masing.

Selanjutnya sikap berpegang teguh pada nilai-nilai spiritual yang bersumberkan pada agama semakin di butuhkan masyarakat masa depan. Hal demikian diperlukan untuk mengatasi berbagai kegongcangan jiwa atau stress yang diakibatkan kekalahan atau keterbatasan dalam bersaing dengan orang lain, atau sebagai akibat kehidupan sekuler materialistic yang semakin meraja lela.

Untuk menjadikan manusia yang sanggup menghadapi tantangan, peluang dan kendala memasuki kehidupan masa depan itu, pendidikan Islam memiliki peluang yang amat luas, hal ini mudah dimengarti karena pendidikan Islam sebagaimana telah disebutkan diatas adalah pendidikan yang seimbang dalam mempersiapkan anak didik, yaitu anak didik yang tidak hanya mampu mengambangkan kreatifitas intelektial dan imajinasi secara mandiri, tetap juga memiliki ketahanan mental spiritual serta mampu beradaptasi dan merespon problematika yang dihadapinya sesuai kerangka dasar ajaran islam.

C. ANALISIS

Melihat alaur sejarah pendidikan Islam di Indonesia sebagaimana tersebut diatas maka penulis mengambil satu analisis bahwa pendidikan Islam pada masa orde baru merupakan tahap awal munculnya kesadaran bangsa Indonesia akan pentingnya penanaman nilai-nilai keagamaan pada masyarakat Indonesia sehingga bangsa Indonesia dapat menyongsong masa akan datang bukan hanya dengan IPTEK melainkan juga di imbang oleh IMTAQ

Pada masa orde baru pendidikan Islam dikembangkan masih dalam batas pemahaman dan pengembangan pengetahuan saja, baru setelah masuk pada abad 21 maka pendidikan Islam lebih difokuskan pada penerapan atau aktualisasi dari Ilmu pengetahuan dan selalu didasari oleh keimanan dan ketakwaan. Hal ini sesuai dengan beberapa strategi yang diterapkan disekolah-sekolah guna peningkatan kualitas peserta didiknya baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Sebagai landasan menuju pembaharuan masyarakat Islam yang maju.

Strategi Peningkatan kulitas dan cara mengukurnya
Agar sekolah-sekolah unggulan yang bernuansa islam tetap bertahan dan mampu merespon kebutuhan masyarakat pada setiap zaman maka ia hrus memiliki strategi peningkatan kulitas dan cara pengukurannya yang efektif. Untuk mengukur berhasil atau tidk strategi tersebut dapat dilihat melalui indicator yaitu sebagai berikut :
  • Secara academic lulusan pendidikan tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
  • Secara moral lulusan pendidikan dapat menunjukkan tanggung jawab dan kepeduliannya kepada masyarakat sekitarnya
  • Secara Individual lulusan pendidikan semakin meningkat ketaqwaanya, yaitu manusia yang melaksanakan segala perintah Allah SWT dan laranganya.
  • Secara sosial lulusan tersebut dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya
  • Secara cultural, ia mampu menginterpretasikan ajaran agamanya sesuai dengan lingkungan sosialnya.

Dengan kata laian dimensi kognitif itelektalnya, afektif emisionalnya dan psikomotorik praktis kultur dapat terbina secara seimbang, inilah ukuran yang dapat di bangun untuk melihat kedepan strategipendidikan yang diterapkan.

D. KESIMPULAN

Dari pemaparan makalah ini tentang pendidikan masa orde baru hingga menuju pada masa abad 21 maka dapat disimpulkan bahwa, pendidikan Islam pada masa Orde Beru, masa itu banyak jalan yang ditempuh untuk menyetarakan antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Hal ini bisa dilihat dari SKB 2 Menteri tentang sekolah umum dan agama. 

Dengan adanya SKB tersebut, maka anak-anak yang sekolah agama bisa melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Kemudian untuk mengikis dualisme pendidikan bisa dilakukan dengan cara pengintegrasian antara pelajaran umum dan agama, walaupun dualisme itu masalah klasik yang tidak mudah untuk dihapus. Namun dengan adanya UU tentang pendidikan nomor 2 bisa diharapkan mempertipis dikotomi pendidikan.

Pendidikan yang islami adalah pendidikan yang mendasarkan konsepsinya pada ajaran tauhid. Dengan dasar ini maka orientasi pendidikan islam di arahkan pada upaya mensucikan diri dan memberikan penerangan jiwa, sehingga setiap diri manusia mampu meningkatkan dirinya dari tingkatan iman ke tingkat ihsan yang melandasi seluruh bentuk kerja kemanusiannya ( amal saleh).

Dengan demikian pendidikan yang islami tidak lain adalah upaya mengefektifkan aplikasi nilai-nilai agama yang dapat menimbulkan transformasi nilai dan pengetahuan secara utuh kepada manusia, masyarakat dan dunia pada umumnya. Dengan cara demikian maka seluruh aspek kehidupan manusia akan mendapatkan sentuhan nilai-nilai ilahiyah yang transcendental.

Pendidikan yang islami sebagaimana di uraikan diatas akan tetap di perlukan untuk mengatasi berbagai masalah kemanusian yang di hadapi pada masyarakat moderen saat ini dan dimasa mendatang.

Era globalisasi diabad 21 yang tahapannya sudah di mulai pada masa sekarang ini, ternyata telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap dunia pendidikan. Dunia pendidikan dimasa sekarang benar-benar dihadapkan pada tantangan yang cukup berat yang penangananya memerlukan keterlibatan berbagai pihak yang terkait.

Berkenaan dengan hal tersebut diatas, perlu dilakukan upaya-upaya strategis, antara lain: 
  1. Tujuan pendidikan dimana sekarang tidak cukup dengan hanya memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan ketakwaan saja tetapi juga harus diupayakan melahirkan manusia yang kreatif, inovatif, mandiri dan produktif mengingat dunia yang akan datang adalah dunia yang kompetitif.
  2. Guru dimasa yang akan mendatang adalah guru yang disamping memiliki informasi berakhlak baik dan mampu menyampaikan secara metadologis juga harus mampu mendayagunakan berbagai sumber informasi yang tersebar ditengah masyarakat ke dalam kegiatan belajar mengajar.
  3. Bahan pelajaran umum dan agama perlu di integrasikan dan di berikan kepada siswa sebagai bekal yang memungkinkan ia dapat memiliki kepribadian yang utuh, yaitu pribadi yang pada gilirannya dapat menimbulkan masyarakat belajar.



DAFTAR PUSTAKA
-Abudin Nata, Manajemen Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2003)
-Aliwi Sihab, Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama, (Bandung: Mizan, 1998)
-DJumhur, Sejarah Pendidikan, Ilmu, Bandung, 1959
-Fadhil al-Djamali, Menerobos Krisis Pendidikan Islam, (Jakarta: Golden Press, 1992)
-H.A. Malik Fadjar, Visi Pembaharuan Pendidikan Islam, Alfa Grafikatama, Jakarta, 1998
-Majalah Rindang, Pesantren Masuk Undang-Undang, Majalah Bulanan Rindang, Semarang, Edisi XXVII, 2002
-Moeslim Abdurrahma, Islam Transformatif, (Jakarta: Putaka Firdaus, 19997)
-Wikipedia.org
Sumber : http://komunitaspecintasejarah.blogspot.com/2013/07/sejarah-pendidikan-indonesia-era-orde.html